Personal Branding, Apa Itu?
Personal Branding: Apa itu?
Seperti kata Skellie, seorang Professional Blogger dan Freelance Writer, bahwa Personal Branding tidak beda dengan Product Branding, yaitu sama-sama ingin memberi tahu kepada khalayak seperti apa/siapa kita. Bedanya hanya pada bendanya saja. Dalam Personal Branding, kita lah yang menjadi bendanya. Personal Branding sudah dilakukan banyak orang. Untuk apa? Nanti kita bahas.
Baiknya Personal Branding itu menonjolkan hal-hal unik yang kita miliki.
Bagaimana kalau tidak punya keunikan? Haruskah saya berbohong?
Jangan. Bahkan tidak perlu.
Percayalah bahwa setiap Anda adalah unik. Tuliskan hal-hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah keunikan. Mulailah percaya diri bahwa diri Anda memiliki brand sendiri.
Personal Brand memang sering kita jumpai di dunia maya. Tidak sadar? Saya beri contoh Bapak Hasnul Suhaimi, beliau adalah CEO XL Axiata yang gemar sekali menulis (blognya termasuk) dan cukup aktif di dunia maya. Namun, sebetulnya jika Anda sadari, dalam kehidupan sehari-hari Anda sudah sering menemukan Personal Branding dalam bentuk Bussiness Card atau Kartu Nama. Ya, kartu nama adalah salah satu media Personal Branding. Hanya saja, dalam media yang relatif kecil Anda tidak bisa menjelaskan brand diri Anda dengan lengkap.
Personal Branding: Untuk apa?
Freelancer? Sudah ribuan orang jadi freelancer. Blogger? Jutaan. Entrepreneur? Sudah tidak perlu Anda hitung lagi, sudah terlalu banyak. Jika Anda tidak bisa tampil beda dan menunjukkan keunikan Anda, sudahlah Anda hanya akan berada dalam kerumunan ramainya aktivitas dunia. Jika Anda sudah berada dalam keramaian itu, Anda perlu sesuatu yang mampu menarik mata pengunjung, sehingga pengunjung akan (minimal) melirik Anda.
Personal Brand milik Anda adalah ibarat kunci rahasia yang mampu meloloskan Anda dari penjara pasar. Sebuah alat untuk membantu Anda untuk meraih klien, pembeli, atau pembaca yang potensial. Personal Brand yang baik akan membantu Anda menarik perhatian dari banyak orang, sehingga Anda akan menjadi sosok yang pantas untuk diperhatikan, kemudian Anda akan menjadi pemenang dari para pesaing Anda. Tentu saja ini akan membuat Anda semakin terkenal di antara pasar. Semua hal itu dapat diterjemahkan menjadi banyak keuntungan: more clients (or better clients), more attention, more sales, more profits, more visitors, and more opportunities.
Personal Branding: Bagaimana memulainya?
Ada beberapa tips untuk memulai membuat Personal Branding untuk diri Anda sendiri, yaitu:
- Buatlah sebuah paragraf tentang diri Anda. Paragraf itu harus 1 halaman A4 dengan font Arial berukuran 12. Semua tentang diri Anda. Jangan ceritakan tentang keluarga Anda, ceritakan tentang Anda sesungguhnya. Anda boleh ceritakan pengalaman menarik Anda.
- List semua kelebihan dan prestasi yang pernah Anda raih. Jangan lupa untuk list kekurangan Anda juga.
- Tuliskan keahlian yang Anda miliki, termasuk hobi Anda.
- Terakhir, cari keunikan yang Anda punyai. Anda harus punya itu dan Anda pasti punya itu. Karena tanpa keunikan, Anda hanyalah orang biasa dan tidak akan ada mata yang melirik Anda. Saya ambil contoh untuk kasus ini: Jon Zuiderweg adalah seorang freelance illustrator yang unik. Dia memiliki spesialisasi mengilustrasi buku anak-anak. Jon memiliki Unique Selling Point, yaitu Jon memiliki pemahaman yang dalam tentang anak-anak, tentang interaksi anak-anak, dan cara menyampaikan sesuatu agar bisa diterima anak-anak. Semua itu Jon peroleh ketika Jon berkuliah di Psikologi Anak.
Terakhir
Anda boleh menilai Personal Branding ini penting. Tentu Anda juga boleh menilai Personal Branding tidak penting. Semua tentang kebutuhan Anda. Jika Anda merasa butuh, lakukanlah. Buat sebuah Personal Brand yang harus Anda “jual”. Jika Anda merasa tidak membutuhkannya, saya tidak akan protes. Saya hanya akan berkata bahwa setiap manusia diciptakan unik untuk berbuat sesuatu untuk dunia, dan tugas kita adalah untuk mencari tahu keunikan kita agar kita mampu “berbuat”.
Terima Kasih.